Monday, July 11, 2011

Disneyland Hongkong, Surga Bermain di Asia

Satu lagi sentuhan magis Disney untuk membuat taman hiburan Disneyland kembali terwujud. Kali ini Disneyland hadir di Hongkong, Cina, tepatnya di Penny’s Bay, Pulau Lantau. Dengan luas 126 hektar, taman impian ini menampilkan sejumlah wahana yang pasti akan menawan berbagai khalayak dari berbagai usia.

Disneyland ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2003, lho… Nggak heran kalau hasilnya sangat menakjubkan. Untuk mengelola Disneyland sebesar dan semegah itu, karyawan yang bekerja di sana saat ini nggak kurang dari 5000 orang! Wuih! Nah, penasaran dengan wahana apa saja yang ada di sana? Yuk, kita “bedah” isi taman hiburan raksasa itu!

Main Street, U.S.A

Wahana yang terletak paling depan di area Disneyland ini adalah wahana yang kental dengan suasana Amerika. Wahana ini memang sengaja diberi nama tempat terkenal di Amerika dan dibuat mirip dengan ciri khas kota kecil di Amerika pada tahun 1890-1910, untuk mengenang masa kecil Walt Disney, di mana pada masa itu ia jatuh cinta pada kereta api. Nggak heran jika di wahana ini, antara lain terdapat atraksi rangkaian kereta api yang bisa kita nikmati sembari berkeliling wahana ala negara Paman Sam.

Adventureland

Wahana Adventureland berisi beberapa atraksi yang mengajak kita untuk menjelajahi misteri “hutan” Afrika dan Asia. Misalnya saja, dalam Tarzan Treehouse, atau Rumah Pohon Tarzan setinggi hampir 19 meter. Dari rumah pohon ini kita bisa menyaksikan area Jungle River Cruise, arena yang mengajak kita untuk menjelajah beberapa “sungai” tersembunyi, sejumlah pulau, dan memecahkan misteri reruntuhan candi. Mmm… Asyik, kan? Wahana ini memang dirancang untuk menggambarkan suasana alam yang jauh dari peradaban. Bagi yang suka berpetualang, ini tempat yang tepat!

Fantasyland

Ini dia wahana yang paling penuh dengan kisah fantasi diantara wahana yang lain. Soalnya, semua karakter dan atraksi yang disajikan dalam wahana ini merupakan karakter yang ada di dongeng atau buku cerita anak-anak terkenal dan melegenda di dunia, khususnya di Eropa, Prancis, dan Jerman. Misalnya saja, Snow White Grotto (Lembah Snow White), dimana pengunjung akan disambut oleh Snow White dan tujuh kurcaci di sekitar air terjun buatan. Ada juga Mad Hatter tea cups (Cangkir Berputar), mengajak kita “berputar” dengan cangkir raksasa berwarna warni, dan masing-masing cangkir bisa memuat empat orang di dalamnya. Pengen mencoba, kan?

Tomorrowland

Jika suka dengan hal-hal berbau futuristik atau kisah sience fiction, Tomorrowland adalah tempat yang nggak boleh dilewatkan. Dalam wahana ini, terdapat berbagai atraksi yang menegangkan dengan latar belakang luar angkasa. Misalnya saja, Space Mountain,yakni arena roller coaster menakjubkan yang menggunakan teknologi canggih dan dilengkapi dengan sistem suara yang dahsyat. Ada juga Orbitron,arena permainan berputar yang berbentuk lingkaran galaksi setinggi 13 meter.Wah...wah... Seru, ya?

*Surien.dimuat di Donal Bebek terbitan Gramedia Majalah.

Foto : disneylandhongkong.info

Kalau Buku Harian Orang Terkenal Diterbitkan…

Buku harian adalah saksi peristiwa hidup seseorang . Sejumlah buku harian, baik dari tokoh ternama mau pun orang biasa, diterbitkan karenamemiliki kisah yang luar biasa.

Jadi Saksi Kekejaman

Buku harian Anne Frank adalah salah satu buku harian yang menjadi terkenal setelah diterbitkan. Ia adalah anak keturunan Yahudi yang tinggal di Belanda dan merupakan korban kekejaman Nazi Jerman dalam PD II. Anne terpaksa bersembunyi bersama keluarganya selama dua tahun agar lepas dari pengejaran tentara Nazi yang berkuasa di tahun 1940-an. Saat dalam persembunyiannya itulah, Anne Frank, yang waktu itu berusia 13 tahun, mulai menulis buku hariannya.

Sayang, pada 4 Agustus 1944, yakni tiga hari setelah Anne selesai menulis buku hariannya, ia dan keluarganya diciduk dan disekap di kamp tahanan Nazi di Bergen-belsen, Jerman. Anne akhirnya meninggal dalam kamp tahanan karena terkena tifus. Setelah PD II berakhir, buku hariannya diterbitkan untuk umum.

Banyak orang terkesima dengan buku harian Anne yang ditulis dengan gaya dan struktur bahasa yang apik itu. Ia mampu memaparkan seperti apa penderitaan orang yang hidup dalam keterasingan dan ketakutan akibat kekejaman perang. Kini, buku hariannya itu telah diterjemahkan dalam 50 bahasa.

Selain Anne Frank, ada gadis Yahudi belia lainnya yang juga terpaksa tinggal dalam kamp tahanan Vugh, Belanda, yakni Helga Deen. Selama dalam tahanan, ia mencatat dengan rinci kekejaman tentara Nazi yang dilihat dari balik jeruji tahanan. Catatan itu ditulis dalam buku harian sekaligus sebagai kumpulan surat cintanya untuk kekasihnya. Helga lalu dibunuh oleh tentara Nazi pada usia 18 tahun, di kamp pemusnahan Sobibor, Polandiam, pada tahun 1943.

Helga Deen bisa dikatakan memiliki keberanian luar biasa dengan bersikeras menulis buku harian selama dalam kamp tahanan. Padahal perbuatan itu sangat berbahaya, karena Nazi melarang menulis dalam kamp tahanan. Tapi siapa yang bisa membendung keinginan untuk berbagi rasa dengan sebuah buku?

Jadi Catatan Perjuangan

Buku harian yang bernuansa politik antara lain ditulis oleh Ernesto Che Guevara, revolusioner Amerika Latin yang mendapat hukuman tembak mati oleh pemerintah Bolivia pada tahun 1967. Dalam berbagai pergerakan dan pemberontakannya, Che tetap rajin menulis dalam buku hariannya. Di antaranya, tentang semangat dan pikirannya, perjuangannya dalam memimpin revolusi Kuba hingga meraih kemenangan, serta kisahnya mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan Bolivia.

Setelah kematiannya, buku hariannya itu ditemukan dan lalu diterbitkan. Seperti buku harian yang ditulis Anne Frank dan Helga Deen, buku harian Che juga penuh kemirisan sekaligus semangat hidup yang luar biasa. Buku harian itu menggambarkan bahwa meski hidup dengan tekanan, namun mereka tetap bersemangat mencapai cita-citanya.

Jadi Sumber Gosip

Isi buku harian kadang juga bisa membuat seseorang atau sekelompok orang jadi terkena getahnya. Apalagi jika buku tersebut menyangkut nama seseorang yang terkenal dan dipublikasikan untuk umum. Misalnya Richard Young, seorang paparazzi Inggris yang menerbitkan catatan hariannya sebagai paparazzi. Dengan profesinya itu, tentu ia mengetahui berbagai rahasia selebritis atau orang penting, komplit dengan hasil jepretan fotonya.

Oleh karena itu, ketika bukunya diterbitkan, banyak kalangan yang harus menahan malu dan marah. Misalnya saja, Young menulis tentang kisah perselingkuhan Putri Diana dari Inggris, cerita tentang Soraya Khasogi (mantan istri Adnan Khasogi yang termasuk orang terkaya di dunia) yang ternyata hidup miskin dan terpaksa menjual barang antik di London, juga tentang kebiasaan buruk penyanyi Elton John, dan masih banyak lagi kisah yang lain. Untuk itu Young mendapat bayaran tinggi.

& nbsp; &n bsp; Buku harian adalah sebuah catatan harian yang tidak boleh mengandung kebohongan. Sebab, buku harian merupakan catatan seseorang tentang apa yang benar-benar dialami, dirasakan, dilihat, dan terjadi saat itu.

Tujuan orang menerbitkan buku harian tentu ada alasannya. Ada yang bertujuan positif. Misalnya saja, membuka mata hari orang terhadap sesuatu hal atau memberi inspirasi perjuagan. Namun ada pula yang semata ingin mengeruk keuntungan dari membuka sejumlah rahasia orang lain. **surien

DImuat di Donal Bebek. terbitan Disney, Gramedia

Foto : scrapbookpages.com


Sepeda, Dicintai dari Masa ke Masa

Bayangkan jika manusia tak pernah menemukan sepeda. Mungkin kita pun tak akan mengenal kendaraan bergerak lain yang lebih modern lagi. Sebab, sepeda adalah salah satu cikal bakal kendaraan sebagai alat transportasi yang berkembang dari zaman ke zaman.

Sepeda Beroda Kayu.

Ada beberapa versi tentang oleh siapa dan dari mana sebenarnya sepeda ditemukan. Sebagian berpendapat bahwa sepeda ditemukan di Eropa, khususnya di Prancis, sejak abad ke-18. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa cikal bakal sepeda berasal dari Inggris . Dulu di Prancis, kendaraan roda dua itu dinamakan velocipede. Sedangkan di Inggris disebut sebagai hobby horses dan celeriferes.

Velocipede tak lain adalah sepeda dengan bentuk dan sistem yang masih sangat sederhana. Ukuran kedua roda pada velocipede tidak sama. Roda bagian depan lebih besar dari roda belakang. Saat itu, velocipede belum memiliki kemudi (setang). Sedangkan yang dikenal sebagai hobby horse dan celeriferes adalah sepeda yang terbuat dari kayu. Sama seperti velocipede, sepeda temuan Inggris itu juga terbuat tanpa setang dan pedal.


Mulai Dilengkapi Setang dan Pedal

Penemuan sepeda yang telah ada itu lalu disempurnakan oleh seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn pada tahun 1816.Drais yang saat itu adalah mahasiswa matematika dan mekanik di Heidelberg, Jerman, berhasil membuat mekanisme kemudi pada sepeda, sehingga sepeda memiliki setang. Ia juga membuat ukuran kedua roda sepeda sama dan membuat tempat duduk atau saddle untuk pengendaranya. Namun, sepeda itu belum memiliki pedal untuk mengayuh. Untuk menjalankan sepeda itu, pengendara mengandalkan gerakan kedua kaki untuk mendorong. Drais menyebut hasil temuannya itu draisienne.

Draisienne memang masih jauh dari sempurna. Tapi paling tidak, Draisienne telah memiliki dasar sistem mekanik yang jauh lebih baik dari penemuan sepeda sebelumnya. Karena itu, Draisienne lalu lebih disempurnakan lagi oleh Kirkpatrick Macmillan, seorang pandai besi asal Dumfriesshire, Skotlandia, yang berhasil membuat sistem pengayuh sepeda dengan pedal pada tahun 1830 hingga tahun 1840-an. Ia juga menciptakan setang sederhana sehingga sepeda bisa diarahkan dengan mudah. Sepeda pun telah bisa digunakan dengan lebih praktis dan tak begitu menguras tenaga. Sayangnya, ia tak mematenkan penemuannya itu sehingga banyak yang tak mengetahui dialah penemu awal setang.

Sepeda Ber-velg.

Penyempurnaan pembuatan sepeda memang belum berhenti sampai di situ. Beberapa orang berusaha menemukan cara agar sepeda bisa dikendarai dengan lebih baik. Misalnya saja, temuan tim ayah dan putra asal Prancis, Ernest Mixhaux dan Pierre Lallement. Michaux pada tahun 1855 berhasil membuat pemberat setang sehingga laju sepeda bisa berjalan lebih stabil. Sedangkan Pierre, pada tahun 1865 berhasil membuat penguat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekeliling roda yang kini dikenal sebagai velg. Pierre juga membuat sepeda dengan roda depan yang lebih besar dari roda belakang, namun dengan sistem kemudi yang lebih baik dari velocopede versi sebelumnya.

Pembuatan sepeda yang lebih sempurna terjadi saat ditemukannya teknologi pembuatan baja, tepatnya baja berlubang, serta berbagai penemuan material lainnya. Dengan begitu, modifikasi model sepeda bisa dibuat lebik maksimal. Sepeda mulai bisa dibuat dengan menyambungkan kerangka besi sehingga lebih kokoh. Roda sepeda juga bisa diganti dengan ban dari karet. Sayangnya, rangkaian sepeda itu masih belum sempurna karena penyambungan kerangka sepeda dan ban masih sangat sederhana. Saat itu belum ditemukan teknologi suspensi seperti per, baut, dan sebagainya. Akibatnya, sepeda sering bergoncang dan tidak nyaman saat dikendarai.

Sepeda dengan Ban Angin

Kekurangan bentuk sepeda roda dua yang berguncang-guncang saat dikendarai itu membuat tren pemakaian sepeda pada era tahun 1880-an beralih ke sepeda roda tiga karena dianggap ebih stabil dan nyaman saat dikendarai. Namun, sepeda roda dua kembali digemari sejak ditemukannya ban angin oleh John Dunlop. Sebuah pabrik sepeda di Coventry, Inggris, yang didirikan oleh James Starley pada tahun 1885 menjadi pabrik pertama yang memproduksi sepeda dengan ban angin ini.

Tentu saja, penemuan ban angin tadi membuat sepeda roda dua nyaman untuk dikendarai. Sepeda dengan Rem dan Rantai Penyempurnaan sepeda masih terus berlangsung. Amerika dan Eropa berlomba menciptakan desain sepeda yang lebih sempurna, dengan penemuan berbagai piranti yang dipakai untuk merakit sepeda yang lebih canggih. Misalnya saja, ditemukannya sistem rem, pemasangan rantai , setang yang bisa digerakan dengan mudah, bahkan sepeda yang memakai gigi yang bisa diganti - ganti untuk menyesuaikan kecepatan dan kondisi jalan.

Penemuan sepeda sejak awal memang membuat orang jelas beralih dari penggunaan kuda ke sepeda. Sepeda menjadi pilihan alat transportasi yang cepat, mudah dikendarai, dan segi pemeliharaan yang lebih hemat dibanding kuda. Namun, sepeda akhirnya harus bersaing dengan alat transportasi lain yang lebih canggih, cepat, dan moderen. Mosalnya saja sepeda motor dan mobil. Namun, harus diakui, sepeda sangat besar jasanya dalam mengilhami manusia menciptakan alat transportasi yang lebih moderen. Bahkan, hingga kini, sepeda masih terus disukai oleh banyak orang. Penyempurnaan bentuk dan mekanismenya pun terus dilakukan.

Sepeda lama dan antik pun jadi buruan para kolektor. Harganya yang selangit bisa menjadi gambaran, bahwa sepeda memang dicintai dari masa ke masa dan tak pernah tergantikan oleh alat transportasi lainnya.

**Surien dimuat di Gober nostalgia 57, Gramedia majalah

Foto : theworldofmotorcycles.com

Wednesday, October 04, 2006

Lets Joint The Carnival


W.I.T.C.H. Trend

Teks & Pengarah : Surien
Model : ayu
Make up : Riris
Foto : Richard
Lay out : ray
Costum : samar beyonds costume

Dimuat di W.I.T.C.H. 22

Be Free Be Funky


W.I.T.C.H. trend

Teks & Pengarah : Surien
Model : Meta, Vivi, Shakira
Make up : Sake
Foto : Sandy
Lay out : Ray

Dimuat di W.i.T.C.H. no 21

Being Beautiful in Halloween Party


Teks & Pengarah Gaya : Surien
Model : ayu
Make up : Riris
Foto : Richard
Lay out : Ray
Costum : Happy House, Samar Costume

Dimuat di WITCH no 20

Pajamas Party



W.I.T.C.H. Trend

Teks & pengarah : Surien
Model : Meta, Vivi, Shakira
Make up : Sake
Foto : Sandy
lay out : Ray

Dimuat di W.I.T.C.H. no 19

Go to The Beach


W.I.T.C.H. TRend

Teks & Pengarah : Surien

Model : Meta, AyuMake up : Bambang

Foto : Richard

Lay out : Ray

Dimuat di W.I.T.C.H. no 16

Beauty Look


W.I.T.C.H. Trend

Teks & Pengarah : Surien
Model : Naumi, Meta, Vivi
Make up : Bambang, Laris Salon
Foto : Richard, Wahyu
Lay Out : Ray

Dimuat di W.I.T.C.H. no 14

Go Colour


W.I.T.C.H. Trend

Teks & Pengarah gaya : Surien
Model : Vivi
Foto :
Make up : Bambang
Lay out : Ray
Dimuat di W.I.T.C.H. no 11

Ready for Party


W.I.T.C.H. Trend

Teks & Pengarah : Surien
Model : Ayu, Shakira,
Make up : Bambang
Foto : Wahyu, Suthe, Richard
Lay out : Ray

Dimuat di W.I.T.C.H. no 10

November Rain


W.I.T.C.H. trend

Teks & Pengarah : Surien
Model : Troy , Shakira
Make up : Sikie (Troy) & Bambang (Shakira)
Foto : Richard
Lay Out : Ray


Dimuat di W.I.T.C.H. 9

Lets Celebrate Halloween



WITCH Trend
Teks & pengarah : Surien
Model : Ayu, Catur,
Foto : Wahyu
Dimuat di WITCH no 8

Denim Now


Teks & Pengarah Gaya : Surien
Foto : Wahyu
Dimuat di WITCH no 7

Tuesday, October 03, 2006

Robert Capa, Tak Cuma Memotret Perang, Tapi Membuat Sejarah


Robert Capa adalah fotografer yang kemampuan teknis memotretnya sebenarnya biasa-biasa saja. Namun ,yang membuat ia menjadi tak biasa adalah keberaniannya dalam mengabadikan berbagai peristiwa di medan perang sepanjang Perang Dunia II. Kini, namanya masih dikenang sebagai fotografer legendaris..

Fotografer yang Ingin Jadi Jurnalis

Harus diakui Capa memang fotografer hebat dan hampir tak terkalahkan oleh fotografer dunia lainnya. Di sepanjang kariernya sebagai fotografer, ia berhasil mengabadikan lima peristiwa perang yang berbeda semasa hidupnya. Perang itu adalah Perang Sipil Spanyol (1936-1939), perang Sino-Jepang kedua (1937-1949), PD II memasuki Eropa (1939-1945), perang Arab-Israel (1948), dan perang Indochina pertama (1946-1954). Selain itu, ia juga berhasil mendokumentasikan jalannya Perang Dunia II di London, Afrika Utara, peperangan Normandia di Pantai Omaha (1944), dan Pembebasan Paris (1943).

Robert Capa yang lahir di Hongaria pada 22 Oktober 1913 ini sebenarnya memiliki nama asli Endré Ernö Friedman. Orang tuanya adalah keturunan Yahudi asal Budapest, Hongaria. Saat berusia 18 tahun, Friedman terpaksa meninggalkan tanah airnya untuk menghindari rezim yang saat itu sedang berkuasa di Hungaria. Ia lalu menetap di Berlin, Jerman, untuk memperdalam ilmu politik.

Pada tahun 1931, ia berhasil menjual foto pertamanya pada Majalah Ullstein. Fotonya itu tak lain adalah foto dari Leon Trotsky , tokoh politik penting Soviet pada masa itu. Friedman lalu bekerja sebagai fotografer di Jerman hingga harus pindah ke Prancis pada tahun 1933 akibat tekanan dari rezim Nazi.

Saat di Prancis, ia bertemu dengan gadis asal Polandia, Gerda Taro, yang lalu menjadi tunangannya. Di sana mereka berdua berjuang mendapatkan kartu izin untuk kegiatannya sebagai jurnalis lepas. Nama asli Robert Capa sebagai Endré Ernö Friedman membuat dirinya mudah dikenali sebagai orang Hongaria sehingga menyulitkan dirinya untuk bisa bekerja lebih leluasa sebagai jurnalis dan fotografer. Untuk itu ia bersama Gerda Taro lalu mengidentifikasikan diri sebagai Fotografer Amerika dan mengganti namanya menjadi Robert Capa. Sejak saat itulah ia dikenal sebagai Robert Capa.

Pasangan Robert Capa dan Gerda Taro ini lalu menjadi pasangan yang serasi. Selain sebagai sepasang kekasih yang tampan dan cantik, mereka juga piawai dalam bekerja sama. Gerda bekerja keras menawarkan dan menjual hasil-hasil foto karya Capa, sehingga bisa dikenal di lingkungan luas terutama dunia juru warta. Sebenarnya, Robert Capa lebih ingin menjadi seorang penulis. Namun kondisi kerjanya saat itu membawanya lebih dikenal sebagai juru foto jurnalistik. Lalu, mulailah Robert dengan liputannya ke perang sipil Spanyol pada pada tahun 1935-1937. Mulai dari sanalah, nama besarnya sebagai wartawan perang dimulai. Tahun 1939, Capa pindah ke Amerika.

Fotografer yang Kontroversial

Secara teknis, hasil foto Capa sebenarnya dianggap biasa-biasa saja. Namun, keberanian dan kenekatannya mengabadikan berbagai pertistiwa berbahaya itulah yang menjadikan Capa sulit tertandingi oleh fotografer lain. Meski kadang hasil-hasil jepretannya mengundang kontroversi apakah foto itu memang nyata atau dibuat-buat. Misalnya saja, ketika ia memotret seorang prajurit yang tewas tertembak di Cordoba, pada perang sipil Spanyol. Mengingat jarak yang begitu dekat dengan korban dan waktu yang tepat untuk memotret sesaat setelah korban jatuh, sejumlah orang menanyakan keaslian foto tersebut.

Foto Capa lain yang menjadi kontroversi adalah hasil jepretannya saat ia berenang di Pantai Omaha untuk meliput PD II. Saat itu ia berenang dengan membawa dua kamera Contax II dengan lensa 50mm dan beberapa rol film cadangan. Ia berhasil memotret 108 gambar pada saat-saat awal penyerangan. Sayangnya, salah satu staf di Majalah Life tempatnya bekerja saat itu, membuat kesalahan fatal. Ia mengeringkan foto-foto itu dengan hair dryer sehingga merusak film negatifnya. Hanya ada 11 foto yang berhasil diselamatkan. Padahal, foto-foto yang berhasil di jepret Capa memiliki nilai berita tinggi. Akhirnya, foto-foto tersebut tampak kabur dan terlihat seperti out of focus.

Namun beredar isu, bahwa sebenarnya tak ada kesalahan dalam proses pengolahan filmnya. Foto yang kabur konon sebenarnya memang benar-benar out of focus karena pada saat memotret Capa sangat gemetar karena ketakutan.

Fotografer yang Flamboyant

Nilai berita dan kemanusiaan pada foto-foto yang berhasil ditangkap kamera Capa memang tinggi. Saat sejumlah pihak ingin membeli foto-fotonya, Capa menjualnya cukup mahal. Tak heran jika Capa lalu berkembang menjadi fotografer yang berkecukupan dan hidup sedikit gemerlap. Ia sempat mendirikan Magnum Photos bersama Henri Cartier-Brensson, David Syemour, George Rodger, dan William Vandivert pada tahun 1947. Capa akhirnya menjadi presiden direktur Magnum photos pada tahun 1951.

Capa dikenal sebagai fotografer yang senang berpenampilan rapi dengan baju mahal dan berkumpul bersama berbagai kalangan atas. Tak heran jika ia digemari banyak perempuan. Anak-anak kecil pun banyak yang menyukainya karena Capa juga dikenal sebagai orang yang riang dan gemar bercanda. Lucunya, sebagai orang yang dikenal gagah berani memasuki medan peperangan, ia justru tak bisa menyupir mobil dengan baik. Bahkan oleh teman-temannya, ia terkadang dijuluki pengendara mobil terburuk di dunia.

Di balik kisahnya yang heroik itu, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya dalam hidupnya Capa menyimpan kesepian yang mendalam, antara lain karena patah hati pada kekasihnya.

Fotografer yang Melegenda

Sayangnya, Capa harus mengakhiri hidupnya dengan peristiwa yang tragis. Ia tewas tertembak saat menjalankan perannya sebagai sukarelawan fotografer perang untuk Majalah Life pada Perang Indochina di Vietnam. Pada 25 Mei 1954, tubuhnya ditemukan terbujur kaku sambil masih memeluk kameranya. Kali ini ia tak sempat menamatkan petualangannya. Ia lalu disemayamkakan di Gedung Quaker, Purchase, New York, Amerika.

Meski Capa telah tiada, namun ia telah meninggalkan banyak kenangan langka dan sejarah pada dunia melalui potret menakjubkan hasil jepretannya. Foto kadang memang bisa direkayasa, namun foto yang sesungguhnya tak akan pernah bohong. Sudah tentu, Capa terbukti banyak menampilkan foto yang mampu bercerita banyak melalui bahasa gambar.

Untuk mengenang keberanian dan jasa Capa itu, Overseas Press Club menggelar acara Robert Capa Award bagi para forografer dunia yang sangat berani dalam meliput peristiwa, namun hasil fotonya juga mampu bercerita banyak. Memang, kita masih membutuhkan banyak Capa yang baru.**SUrien ditebritkan di Gober Nostalgia 58 - Gramedia Majalah 2006
Foto : www.warchronicle.com

Coco Chanel: Menyentuh Mode Dunia dengan Kesederhanaan


Hidup di tengah kekerasan perang dan ekonomi yang sulit ternyata justru memberi Coco Chanel banyak ide untuk berkreasi di industri mode dunia. Meski kini telah tiada, namanya tetap menjadi simbol mode kelas atas.


Masa Lalu tak Bahagia

Coco Chanel yang memiliki nama asli Gabrielle Bonheur Chanel ini lahir pada 19 Agustus 1883 di kota kecil Saumur, Prancis.

Masa kecilnya bukanlah masa yang terlalu indah. Chanel lahir sebagai anak di luar pernikahan resmi dari orang tua yang miskin. Kesedihan sudah akrab dengannya sejak dia masih cilik. Saat usianya baru dua belas tahun, ibunya meninggal dalam usia tiga puluh tiga tahun karena kurang gizi dan terlalu keras bekerja.

Tak lama setelah kematian ibunya itu, ayahnya menyerahkan Chanel serta saudara laki-laki dan perempuannya untuk diadopsi keluarga-keluarga yang lain. Praktis Chanel cilik harus hidup terpisah dari keluarganya dan menjalani hidup
yang keras. Tapi justru itulah yang menempanya menjadi mandiri.

Membuka Usaha

Hingga Chanel dewasa, keadaan perekonomian keluarganya masih saja pas-pasan. Hingga pada tahun 1912, dia bertemu dengan konglomerat Arthur "Boy" Capel. Arthur lalu memberi bantuan keuangan yang cukup besar untuk Chanel guna membuka toko topi perempaun pertamanya pada tahun 1913. Minat Coco terhadap dunia mode memang sudah terlihat.

Tapi gebrakan nasib baiknya yang sesungguhnya datang saat Chanel membuka butik pertamanya di 31 rue Cambon pada awal tahun 1920-an. Padahal saat itu Amerika sedang mengalami masa-masa sulit. Butik itu dibuka masih dengan bantuan keuangan dari Arthur. Butik tersebutlah yang di kemudian hari melegenda hingga kini.

Segera setelah butiknya itu dibuka, cabang-cabangnya juga dibuka di kota lain. Dalam waktu singkat, butik-butiknya memperkerjakan sekitar 300 pegawai.
Pada tahun 1931, para pelaggannya sudah mencapai kalangan atas. Sebut saja, Kathrine Hepburn, Grace Kelly, Elizabeth Taylor, dan Gloria Swanson. Mereka adalah orang-orang yang sempat memakai gaun rancangannya..


Simbol Mode dan Inovator

Keberhasilan Chanel dalam mengembangkan usaha fashionnya, bukan saja karena kepiawaiannya berbinis, namun didukung kreatifitasnya yang cemerlang dan inovatif.

Pengalaman Chanel bekerja sebagai perawat di tengah suasana perang dan hidup dalam kesederhanaan mempengaruhi garis disain pakaian yang dibuatnya. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat mode-mode pakaian Chanel mudah diterima masyarakat. Selain pakaian, Chanel juga mendisain berbagai asesoris hingga parfumnya yang dikenal dunia, Chanel No 5.

Tahun 1939 Channel menutup butik-butiknya, lalu meninggalkan Paris dan tinggal di Switzerland selama 15 tahun. Tapi tahun 1954, Chanel memutuskan aktif kembali di industri mode dengan mengubah gaya rancangannya yang klasik itu. Tahun 1950-an hingga tahun 1960-an, rancangannya mulai merambah ke bintang-bintang muda Hollywood, seperti Audrey Hepburn and Anne Baxter.

Chanel wafat pada tahun 1971 di Switzerland . Sebelum dia wafat, baju atau gaun rancangannya bisa berharga hingga US $ 12.000. Tahun 1980-an, usaha rumah modenya diambil alih oleh Karl Lagerfeld yang juga seorang perancang mode. Lagerfeld lalu memadukan unsur modern dengan disain Chanel yang klasik. Kini baju hasil rancangan rumah mode Chanel mencapai US $ 5000. Sebuah harga yang pantas untuk sebuah simbol mode kelas atas. **Surien

Dimuat di Gober Edisi Temastis GALS, 2004
Foto : www.designpage.com.au

Yang Unik dari Timbuktu


Lelaki bercadar

Di bagian tertentu di dunia, kita mengenal daerah yang kaum perempuannya memakai cadar penutup wajah. Namun pada suku Tuareg yang merupakan penduduk asli Timbuktu, cadar justru dipakai kaum laki-lakinya untuk menutupi wajah mereka. Para lelaki ini akan mulai memakai cadar penutup muka dan surban pada usia sekitar dua puluh tahun.

Memakai cadar adalah tanda bahwa kaum lelaki dari suku Tuareg telah siap menjadi pemimpin rombongan dan cukup matang untung menikah. Cadar tersebut dipakai untuk menutupi mulut mereka sebagai simbol kesopanan dan ketaatan mereka terhadap nilai-nilai tradisional yang masih kental. Sedangkan sorban yang mereka pakai dipercaya mampu melindungi pemakainya dari gangguan roh jahat atau jin. Dan tahu nggak, sorban yang mereka lilitkan di kepala itu panjangnya bisa mencapai 5 meter lebih, lho…

Suku ini juga dikenal sebagai “manusia biru dari gurun pasir” karena pakaian dan surban mereka kebanyakan berwarna indigo alias biru….Jauh dari Laut, tapi Kaya GaramLetak Timbuktu yang dikelilingi gurun pasir itu memang agak jauh dari laut. Tapi Timbuktu justru terkenal sebagai tempat yang berkembang pesat karena perdangangan garam.

Tambang garam yang terkenal di Timbuktu adalah Taoudenni. Kok, bisa, sih, jauh dari laut tapi kaya akan garam? Sst, garam di Timbuktu bukan berasal dari lautan, lho. Garam itu berasal dari danau tua yang mongering jutaan tahun lampau. Namun teknik penambangannya belum begitu memperhatikan keselamatan. Kandungan garam bisa ditemukan sekitar satu meter dari bawah permukaan tanah.

Sayangnya, garam hanya bisa dijangkau melalui sistem parit dan terowongan yang digali sedalam 6 sampai 200 m. Lempengan garam dipakai sebagai penyangganya. Garam yang diya digali berbentuk balok-balok besar dan nantinya akan dipecah menjadi potongan kecil. Tapi biarpun sudah dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil, ukuran garam itu tetap saja termasuk besar.

Untuk mengangkut hasil galian garam tersebut, para penambang garam kadang ada yang harus menggunakan unta sebanyak 30 hingga 300 ekor. Setiap unta bisa mengangkut empat hingga enam balok garam yang masing –masing beratnya mencapai 45 kg. Wuih, seperti karnaval saja, ya…

Minum Air Seni Demi Mencapai Timbuktu

Timbuktu yang pada abad ke-14 dikenal sebagai Elderado-nya Afrika atau sebagai kota penghasil emas, memang mengundang banyak penjelajah untuk mencari keberuntungan di sana. Medan gurun yang panas dan berat tidak membuat para penjelajah mengurungkan niat mereka ke Timbuktu.

Pada tahun 1700-an dan awal 1800-an, banyak penjelajah yang berusaha mencapai Timbuktu namun tak satu pun yang bisa kembali dengan selamat. Sebab, medan di gurun tersebut sangatlah berat dan sangatlah sulit untuk mendapatkan air. Daripada menghadapi ajal, mereka memilih untuk menghimpun kekuatan tubuh dengan sering kali terpaksa meminum air seni unta, air seni mereka sendiri, atau bahkan darah sebagai upaya bertahan di padang Sahara yang tandus! Hiiii….

Kota yang Dibangun dengan Lumpur

Kota Timbuktu antara lain dikenal dengan keunikan rumah-rumah penduduknya yang dibangun dari lumpur dan batu granit. Rumah-rumah penduduk itu terbangun mengelilingi kota. Barulah di tengah kota, dibangun sentral perdagangan.Selain rumah penduduk yang unik tersebut, ada juga bangunan tersohor yang juga terbuat dari lumpur dan batu granit, yaitu mesjid Djingereber.

Mesjid ini diperkirakan merupakan bangunan terkuno dan terbesar di dunia yang terbuat dari bahan dasar Lumpur. Mesjid Djingereber dibangun dengan lumpur dan campuran bahan-bahan organik seperti serabut, jerami, dan kayu. Mesjid yang diduga dibangun abad ke-13 ini memiliki arsitektur yang unik. Konon, bentuk mesjid inilah yang menjadi ide dibangunnya rumah-rumah penduduk yang terbuat dari lumpur.

Selain mesjid Djingereber, Timbuktu juga memiliki dua mesjid lainnya yang termasuk mesjid terbesar di Afrika Barat dan…terbuat dari lumpur juga.

Penjelajah Timbuktu, Tewas tanpa Hasil

Adalah Alexander Gordon Laing, penjelajah asal Skotlandia yang berhasil mencapai Timbuktu setelah melakukan perjalanan hampir satu tahun satu bulan pada tahun 1826. Dalam perjalanannya menuju Timbuktu, tangannya terluka akibat serangan pedang dari suku Tuareg. Setelah sembuh dari lukanya, Laing tetap berusaha mencapai Timbuktu. Tapi sesampai di Timbuktu, dia sangat kecewa karena yang dilihatnya di sana tidaklah sehebat yang dia dengar. Laing hanya bertahan sebulan di sana lalu mencoba pulang. Namun sayangnya, baru dua hari dalam perjalanan pulang, dia terbunuh oleh suku pengembara.

Selain Laing, masih banyak penjelajah lain yang mencoba peruntungan di Timbuktu. Namun banyaknya penjelajah yang berambisi memperoleh emas di Timbuktu justru mengundang banyak pertempuran antara mereka dengan suku setempat, juga antara para penjelajah itu sendiri. Tempat itu akhirnya hancur karena kekerasan yang sering terjadi. Dan akhirnya emas cuma menjadi legenda. Memang, kalau kita serakah, akhirnya justru tak mendapat apa-apa…**surienDimuat di DOnal edisi Khusus TImbuktu, 2004

Foto .www.loftyshelters.com

Menembak, Latihan Sabar Sambil Bikin Prestasi

Mau belajar menembak? Dar! Der! Dor! Jangan takut dulu… Menembak yang ini adalah olahraga menembak sasaran, bukan asal menembak.

Olahraga Fisik dan Mental

Kok, menembak bisa jadi olahraga, sih? Sama seperti halnya catur, menembak memang nggak terlihat seperti olahraga yang membutuhkan banyak gerakan dinamis. Meski begitu, menembak tetap membutuhkan stamina dan fisik yang kuat, lho.

“Misalnya saja lengan harus kuat, karena memegang senjata dalam waktu yang lama bukan hal yang ringan, lho,” jelas ibu Erni Soekarno F , wakil ketua bidang Target di Klub Tantra, salah satu klub menembak yang bermarkas di Gedung Perbakin, Senayan.

Disamping itu tangan atau lengan dan kaki juga harus tangguh. Karena seorang penembak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlatih atau berkompetisi dengan posisi berdiri.

Nah, selain ketahanan fisik, penembak sasaran dituntut kesabaran dan daya konsentrasi yang tinggi. Itu juga bukan hal yang mudah. Harus banyak latihan dan ketekunan. Ketika hendak berlatih pun, penembak harus bisa mengatur emosinya agar nggak terbawa saat menembak. Tembakan bisa jelek gara-gara pikiran terganggu.

Pistol dan Senapan

Secara umum senjata yang dipakai dalam olahraga menembak bisa dibagi jadi dua golongan, yaitu pistol dan senapan. Masing-masing jenis senjata ini lalu punya berbagai kategori, sesuai dengan tipe senjatanya dan jarak tembak.

Bagi pemula, biasanya awalnya akan memulai dengan jenis air pistol atau air rifle dengan jarak tembak 10 meter. Antara senapan dan pistol, masing-masing memiliki kekhasannya sendiri. Namun diakui Ibu Erni senapan cenderung menuntut persiapan menembak yang lebih rumit dibanding menembak dengan pistol.
Kalau dengan pistol, penembak nggak perlu pakai baju khusus. Pistol yang beratnya relatif ringan memungkinkan penembak cukup memegang dengan satu tangan.

Sedangkan dengan senapan, penembak harus mengerahkan kedua tangannya untuk memegang senapan yang cukup berat. Selain itu penembak juga harus memakai pakaian khusus dari kulit, agar posisi menembak lebih stabil, nggak banyak bergoyang. Tapi baik menembak dengan pistol maupun senapan, penembak wajib memakai sepatu khusus yang alasnya datar dan didisain khusus. Semua peralatan menembak itu harganya cukup mahal, lho.

Biaya Mahal, Ada Jalan Keluar

Harga senjata dan perlengkapan menembak yang cukup mahal diakui Ibu *** memang kadang mengurungkan niat para peminat.

“Tapi sebenarnya kalau di sini (Tantra-red) calon penembak jangan khawatir dulu soal biaya,” tandas Ibu Erni. “Awalnya, biasanya kami pinjamkan dulu alat-alatnya. Nanti kalau sudah ada uang, atau dapat hadiah uang dari hasil kompetisi, bisa dipakai untuk mencicil biaya pembelian senjata,” jelas Ibu Erni yang juga mantan atlet menembak ini.

Bahkan bagi anggota Tantra yang berbakat dan berprestasi, pihak Tantra nggak segan-segan mencarikan sponsor untuk mendanai biaya yang dibutuhkan. Untuk saat ini, anggota klub Tantra yang belum mampu membeli senjata sendiri, cukup membayar uang pendaftaran dan iuran tahunan yang relatif terjangkau. Wah, asyik juga, ya… Siapa mau mencoba?


PROFIL

Renate Nadya A

Cewek peraih juara I di Singapore Shooting Festival 2002 di kelas beregu air pistol ini mengaku kadang ngerasa bosen berlatih menembak. “Kalau sudah begitu, biasanya aku berhenti latihan dulu selama seminggu. Nah, nanti kan pasti ngerasa kangen lagi nembak, baru, deh, latihan lagi,” ujarnya.

Awalnya dia tertarik memilih jenis senapan. Tapi karena harga pakaian dan peralatan menembaknya relatif sangat mahal, dia jadi urung. “Pakaiannya kan nggak bisa dijual. Nah, kalau baru sebentar udah nggak cukup lagi, kan sayang… Padahal aku menembak, kan, untuk jangka panjang,”jelasnya.



Letta Sheva DA

Meski belum lama berlatih menembak (pistol), Letta merasa sudah cukup enjoy menembak. Berhubung masih baru, Letta juga nggak mau membeli peralatan menembak dengan memilih yang mahal. Misalnya saja, sepatu menembak yang dibelinya adalah buatan lokal.

“Harganya kira-kira cuma tigaratusan ribu. Kalau yang buatan luar, mahal banget. Bisa sampai satu setengah juta. Yang ini saja sudah cukup bagus, jadi nggak perlu beli yang buatan luar,” kisah cewek yang kalau latihan menembak ini tetap bisa berdandan modis.


Sitri Darsiah

Ikut latihan menembak secara serius sudah dilakoninya sejak seragam sekolahnya masih putih biru. Nggak heran prestasinya juga sudah seabrek. Bahkan dia juga sudah pernah mengikuti pelatihan kelas pelatih. Wah, bisa dibayangkan, tembakannya pasti sudah jago, ya.

Afit Rahmanik

Ikutan olahraga menembak diakui Afit bisa membuat dirinya jadi lebih sabar, telaten, dan pe-de. “Dulu aku gampang emosi, sekarang udah nggak lagi, lho” ujar cewek yang memilih senapan sebagai alat menembaknya.

Niatnya menembak secara serius dibuktikan dengan rajinnya Afit berlatih. “Seminggu bisa empat kali. Kalau bosen, ya, seminggu dua kali,” tambah Afit. Selain itu, peralatan dan pakaian menembak Afit sengaja dibeli Afit di Jerman. *** Surien Foto : Surien, dok.Tantra

Dimuat di for GIRLS, terbitan Gramedia-Majalah, 2003

foto : www

Seputar Film Anak-anak Badung, Makin Usil, Makin Disukai

Anak kecil yang usil, tetapi lucu, pandai, dan berpenampilan menawan adalah salah satu karakter yang disukai para pecinta film anak atau keluarga. Tidak heran jika ada film anak atau keluarga yang meledak di pasaran, si bintang cilik yang berperan di film tersebut bisa jadi superstars atau jutawan mendadak. Soalnya, perannya memang bikin gemas, sih…

Kisah si Badung
Salah satu resep membuat film anak atau keluarga adalah membuat tontonan yang ringan dan bintang yang memikat. Setting cerita cukup sederhana saja, namun bisa menjadi terlihat menarik karena peran menakjubkan bocah-bocah cilik yang berakting di dalamnya.

Lihat saja film Home Alone yang meledak di pasaran dunia pada tahun 1990. Film ini bercerita tentang Kevin McCallister, seorang bocah delapan tahun yang tertinggal oleh keluarganya yang pergi ke Prancis untuk liburan Natal. Ketika di rumah sendirian, tak disangka ada dua perampok yang ingin menguras isi rumahnya. Maka, dengan berbagai akal bulusnya, dia berhasil memperdaya perampok itu dan menggagalkan usaha jahat mereka.

Kevin yang diperankan oleh Macaulay Culkin itu berhasil menarik perhatian penonton. Culkin yang sebelumnya tak dikenal, dalam sekejap menjadi jutawan dan aktor cilik dengan honor yang melampaui honor seniornya. Dia pun diburu untuk bermain dalam sejumlah film layar lebar. Antara lain, My Girls, Home Alone2, Ritchie Rich, dan lain-lain.

Serupa dengan Home Alone, sejumlah film anak dan keluarga dibuat dengan cerita utama kejahilan bintang ciliknya. Diantaranya, Dennis the Manace (diperankan Mason Gamble), Monkey Trouble (diperankan Thora Birch), dan It Takes Two (diperankan si kembar Mary-Kate Olsen dan Ashley Olsen)

Film-film anak dan keluarga itu memang tak sesukses Home Alone. Namun film-film tersebut, toh, tetap bisa jadi pilihan yang segar bagi pecinta film keluarga. Biasanya, film-film keluarga semacam itu diputar saat musim liburan, khususnya menyambut hari Natal.


Sudah Tak Kecil Lagi

Para pemain cilik yang dulu memukau penonton karena wajah dan aktingnya yang menggemaskan itu kini memang bukan bocah cilik lagi. Bahkan mereka telah menjelang dewasa. Meski mereka tak lagi berperan sebagai bocah cilik yang badung, namun di keseharian sebagian mantan aktor dan aktris cilik itu, kadang masih mendapat julukan yang “badung”.

Macaulay Culkin yang jejak main filmnya itu diikuti oleh adiknya, justru memilih menikah di usia muda dan tidak banyak menampilkan kemampuan aktingnya lagi di layar lebar. Keputusannya menikah itu sempat mengecewakan banyak penggemarnya, yang bertaruh bahwa pernikahannya bakal tak langgeng. Belakangan, Macalauy memang tak bisa mempertahankan rumah tangganya bersama gadis seumurannya itu.

Image gadis cilik usil yang melekat pada Thora Birch kini bisa dibilang berubah menjadi image gadis menjelang dewasa yang sexy. Namun dalam urusan acting, kemampuan Thora Birch mulai diperhitungkan sebagai aktris berbakat. Misalnya saja, dalam film American Beauty yang berhasil meraih predikat the Best Pictures pada Academy Award, Thora berperan cemerlang sebagai Jane Burnham. Selain itu Thora juga menjadi nominasi Golden Globe di tahun 2001 atas perannya dalam film Ghost World.

Mason Gamble yang kini remaja bisa dibilang cukup laris main film dan punya kesempatan untuk bermain dengan bintang senior. Diantaranya, Mason sempat bermain dalam film Gattaca yang dibintangi Uma Thurman and Ethan Hawke.

Sedangkan si kembar Mary-Kate Olsen dan Ashley Olsen yang disebut sebagai milyuner muda itu mulai menggeluti dunia jurnalistik, bahkan juga dunia tarik suara, plus berbagai kegiatan lain yang seabrek.
Bintang-bintang cilik itu memang telah beranjak dewasa.

Menyusul ketenaran mantan bintang cilik itu, kini memang masih banyak bocah-bocah cilik yang tak kalah dalam soal adu akting. Sayangnya, belum tentu peran mereka terpaut di hati para penonton. Duh…, yang badung memang selalu dikenang, ya? **surien

Dimuat di Gober Tematis edisi DIdi, terbitan Gramedia, 2002


Foto : news.bbc.co.uk/

Kisah anak2 badung Disney, Yang Kecil, yang Nakal, dan yang Lucu….


Siapa saja, ya, yang sering bikin orang jadi gemas karena tingkahnya yang nakal dan lucu? Hm…tapi biar jahil, mereka sebenarnya anak yang baik, kok…

Si Kecil Hiawata

Karakter Little Hiawatha atau Si Kecil Hiawata pasti sudah tidak asing lagi. Meski hanya pernah muncul sekali dalam film animasi, Si laki-laki cilik Indian cukup popular di komik. Hiawata dikisahkan sebagai bocah cilik Indian yang sangat ingin bisa segera menjadi pemburu handal. Ia selalu berusaha membuktikan bahwa ia telah mampu melakukan berbagai hal seperti yang dilakukan oleh para Indian dewasa.

Sudah pasti usahanya itu sering gagal., malah kerap menimbulkan masalah bagi dirinya. Akibatnya, ia justru sering jadi bulan-bulanan ayahnya atau orang dewasa yang ada di sukunya. Ayahnya bahkan bertambah yakin, bahwa Hiawata masihlah bocah ingusan yang belum bisa apa-apa.

Pada penampilannya di film, antara lain dikisahkan Hiawata berusaha berburu kelinci kecil. Tapi lama-kelamaan, justru Hiawatalah yang diburu oleh beruang besar dan buas. Si kelinci yang tadinya diburu oleh Hiawata, berbalik menolongnya. Kelinci itu meminta pertolongan seisi hutan untuk menyelamatkan Hiawata dari kejaran beruang. Karakter Hiawata di komik juga tak beda jauh. Hanya saja, Hiawata juga sering dikisahkan sering bertengkar dengan saudara perempuannya yang bernama Sunflower atau Mentari. Yah, namanya juga kakak adik…pasti sesekali juga pernah bertengkar, kan?

Kwik, Kwek, dan Kwak

Huey, Dewey, dan Louie alias Kwik, Kwek, dan Kwak, adalah keponakan Donal Bebek yang sering membuat Donal kehilangan kontrol emosinya. Tapi siapa, sih, sebenarnya para keponakan ini?

Inspirasi nama asli Huey, Dewey, dan Louie sebenarnya berasal dari tokoh politik Huey P.Long dari Louisiana, Thomas E.Dewey dari New York dan Louie Schimdt (salah seorang artis dari Disney).

Pada penampilan perdananya dalam Donald Duck Sunday comic strip tanggal 17 Oktober 1937 (digambar oleh Al Taliaferro dan cerita oleh Ted Osborne), dikisahkan bahwa suatu hari Donal menerima sebuah kartu pos dari kakak perempuannya, Della Duck atau Dumbella Bebek. Dalam suratnya Della mengatakan hendak menitipkan ketiga anaknya di rumah Donal. Soalnya, suaminya sedang di rumah sakit karena terkena musibah ledakan. Selintas Donal sempat merasa kawatir, jangan-jangan ketiga keponakannya itu tidak sepatuh yang digambarkan Dumbella. Selain itu, kemungkinan besar mereka tak hanya menginap dalam waktu yang singkat.

Benar saja. Ketika Kwik, Kwek, dan Kwak tiba di rumah Donal, dalam sekejap keadaan menjadi kacau. Rumah menjadi berantakan berat, karena mereka bermain polo dengan sepeda di dalam rumah. Mulai saat itu, kehidupan Donal memang tak seperti biasa lagi.
Kenyataannya, hingga kini ketiga keponakannya itu memang tetap tinggal di rumah Donal yang mungil. Dalam perkembangan ceritanya saat ini, Kwik, Kwek, dan Kwak tidak menjadi anak yang terlalu badung lagi. Mereka sering menjadi penolong bagi paman mereka, yaitu Gober dan Donal. Bahkan dalam kelompok Pramuka Siaga tempat mereka bergabung, mereka menjadi teladan bagi teman-teman yang lain karena prestasi mereka yang membanggakan.


Titi, Tita, dan Tati

Bicara soal Kwik, Kwek, dan Kwak, tidak lengkap rasanya kalau tidak bicara soal April, May dan June, alias Titi, Tita, dan Tati. Soalnya, ketiga cewek-cewek ini adalah keponakan Bibi Desi. Yang artinya, sepupu mereka juga.

Titi, Tita, dan Tati pertama kali muncul di komik Walt Disney terbitan tahun 1953. Saat itu, mereka belum punya nama. Barulah pada penampilan mereka berikutnya tahun 1960, karakter mereka mulai diberi nama.

Mereka bertiga konon adalah putri Donna Duck, saudara Desi Bebek. Meskipun karakter orang tua mereka tidak jelas, mereka bertiga digambarkan tinggal di rumah yang berbeda dengan Bibi Desi. Dalam pertemuan keluarga bebek, Bibi Desi sering mengajak mereka turut serta. Soalnya, Titi, Tita, dan Tati memang sering berkunjung ke rumah Bibi Desi. Oleh sang penciptanya, Carl Barks, karakter Titi, Tita, dan Tati digambarkan punya hubungan yang unik dengan Kwik, Kwek, Kwak. Kadang mereka terlihat rukun, tapi di lain waktu mereka bisa saling bertengkar. Mereka seringkali saling berbuat jahil.

Selain itu Titi, Tita, dan Tati juga anggota Pramuka Siaga. Mereka sering bersaing dengan anggota pramuka siaga laki-laki yang juga diikuti oleh Kwik, Kwek, dan Kwak. Namun dalam kegiatan pramuka, mereka bersaing positif, kok.


Kembar Morti dan Fredi

Morty dan Fredy atau yang kita kenal dengan Morti dan Ferdi, adalah dua keponakan Miki Tikus. Dari penampilan mereka berdua yang sangat mirip, sudah bisa diduga bahwa mereka adalah saudara kembar dan… jahil!

Si kembar ini pertama kali muncul di komik “Mickey Mouse’s Nephews” yang terbit tahun 1932. Ide karakter ini sebenarnya diambil dari sejumlah tokoh yang sering muncul di awal-awal cerita Miki Tikus. Waktu itu banyak dimunculkan beberapa karakter yang menggambarkan tokoh keponakan yang yatim piatu sehingga harus tinggal bersama kerabatnya. Akibatnya, tokoh Ferdie sempat dihilangkan karena karakter keponakan yatim piatu sudah terlalu banyak. Tapi tokoh Ferdie akhirnya dimunculkan kembali.

Jadi, siapa, sih, sebenarnya si Kembar ini? Kisah awal si kembar ini berawal ketika suatu hari, Nyonya Fieldmouse atau Amelia, tikus perempuan berbadan tinggi datang ke rumah Miki. Diperkirakan Nyonya Fieldmouse ini adalah tetangga Miki. Dia meminta Miki untuk merawat Morti dan Ferdi selama dia pergi melakukan suatu urusan. Dalam perkembangan cerita, si kembar berubah menjadi keponakan Miki. Dalam penampilannya sekarang, Morti dan Ferdi sering muncul bersama si Pluto, anjing peliharaan Miki.

Kejahilan si kembar ini antara lain bisa disaksikan di film kartun pendek berjudul Mickey’s Steam-Roller. Di film tersebut dikisahkan, Miki sedang mengendarai mesin penggiling jalan untuk memperbaiki jalan yang sedang rusak. Saat itu melintaslah Mini yang sedang mendorong kereta bayi berisi dua bayi yang nakal. Setelah mengajak mereka berkeliling sebentar dengan mesin penggiling jalan itu, Miki lalu berusaha mencuri kesempatan untuk berduaan dengan Mini. Kesempatan itu digunakan oleh si kembar Morti dan Ferdi untuk “membajak” mesin penggiling jalan. Akibatnya sudah pasti menyebabkan sejumlah kekacauan. Mesin itu “mengamuk” dan menabrak sana sini dan merusak berbagai tempay. Duuh… Nakalnya, ya…

*** Surien


Dimuat di Gober Tematis edisi DOni, terbitan Gramedia Majalah, 2002
Foto : animated-news.com