Friday, September 29, 2006

Kalau Buku Harian Orang Terkenal Diterbitkan…

Buku harian adalah saksi peristiwa hidup seseorang . Sejumlah buku harian, baik dari tokoh ternama mau pun orang biasa, diterbitkan karena memiliki kisah yang luar biasa.

Jadi Saksi Kekejaman

Buku harian Anne Frank adalah salah satu buku harian yang menjadi terkenal setelah diterbitkan. Ia adalah anak keturunan Yahudi yang tinggal di Belanda dan merupakan korban kekejaman Nazi Jerman dalam PD II. Anne terpaksa bersembunyi bersama keluarganya selama dua tahun agar lepas dari pengejaran tentara Nazi yang berkuasa di tahun 1940-an. Saat dalam persembunyiannya itulah, Anne Frank, yang waktu itu berusia 13 tahun, mulai menulis buku hariannya.

Sayang, pada 4 Agustus 1944, yakni tiga hari setelah Anne selesai menulis buku hariannya, ia dan keluarganya diciduk dan disekap di kamp tahanan Nazi di Bergen-belsen, Jerman. Anne akhirnya meninggal dalam kamp tahanan karena terkena tifus. Setelah PD II berakhir, buku hariannya diterbitkan untuk umum.

Banyak orang terkesima dengan buku harian Anne yang ditulis dengan gaya dan struktur bahasa yang apik itu. Ia mampu memaparkan seperti apa penderitaan orang yang hidup dalam keterasingan dan ketakutan akibat kekejaman perang. Kini, buku hariannya itu telah diterjemahkan dalam 50 bahasa.

Selain Anne Frank, ada gadis Yahudi belia lainnya yang juga terpaksa tinggal dalam kamp tahanan Vugh, Belanda, yakni Helga Deen. Selama dalam tahanan, ia mencatat dengan rinci kekejaman tentara Nazi yang dilihat dari balik jeruji tahanan. Catatan itu ditulis dalam buku harian sekaligus sebagai kumpulan surat cintanya untuk kekasihnya. Helga lalu dibunuh oleh tentara Nazi pada usia 18 tahun, di kamp pemusnahan Sobibor, Polandiam, pada tahun 1943.
Helga Deen bisa dikatakan memiliki keberanian luar biasa dengan bersikeras menulis buku harian selama dalam kamp tahanan. Padahal perbuatan itu sangat berbahaya, karena Nazi melarang menulis dalam kamp tahanan. Tapi siapa yang bisa membendung keinginan untuk berbagi rasa dengan sebuah buku?

Jadi Catatan Perjuangan

Buku harian yang bernuansa politik antara lain ditulis oleh Ernesto Che Guevara, revolusioner Amerika Latin yang mendapat hukuman tembak mati oleh pemerintah Bolivia pada tahun 1967. Dalam berbagai pergerakan dan pemberontakannya, Che tetap rajin menulis dalam buku hariannya. Di antaranya, tentang semangat dan pikirannya, perjuangannya dalam memimpin revolusi Kuba hingga meraih kemenangan, serta kisahnya mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan Bolivia.

Setelah kematiannya, buku hariannya itu ditemukan dan lalu diterbitkan. Seperti buku harian yang ditulis Anne Frank dan Helga Deen, buku harian Che juga penuh kemirisan sekaligus semangat hidup yang luar biasa. Buku harian itu menggambarkan bahwa meski hidup dengan tekanan, namun mereka tetap bersemangat mencapai cita-citanya.

Jadi Sumber Gosip

Isi buku harian kadang juga bisa membuat seseorang atau sekelompok orang jadi terkena getahnya. Apalagi jika buku tersebut menyangkut nama seseorang yang terkenal dan dipublikasikan untuk umum. Misalnya Richard Young, seorang paparazzi Inggris yang menerbitkan catatan hariannya sebagai paparazzi. Dengan profesinya itu, tentu ia mengetahui berbagai rahasia selebritis atau orang penting, komplit dengan hasil jepretan fotonya.
Oleh karena itu, ketika bukunya diterbitkan, banyak kalangan yang harus menahan malu dan marah. Misalnya saja, Young menulis tentang kisah perselingkuhan Putri Diana dari Inggris, cerita tentang Soraya Khasogi (mantan istri Adnan Khasogi yang termasuk orang terkaya di dunia) yang ternyata hidup miskin dan terpaksa menjual barang antik di London, juga tentang kebiasaan buruk penyanyi Elton John, dan masih banyak lagi kisah yang lain. Untuk itu Young mendapat bayaran tinggi.

Buku harian adalah sebuah catatan harian yang tidak boleh mengandung kebohongan. Sebab, buku harian merupakan catatan seseorang tentang apa yang benar-benar dialami, dirasakan, dilihat, dan terjadi saat itu.
Tujuan orang menerbitkan buku harian tentu ada alasannya. Ada yang bertujuan positif. Misalnya saja, membuka mata hari orang terhadap sesuatu hal atau memberi inspirasi perjuagan. Namun ada pula yang semata ingin mengeruk keuntungan dari membuka sejumlah rahasia orang lain. **surien

DImuat di Donal Bebek. terbitan Disney, Gramedia

No comments: