Tuesday, October 03, 2006

Profil Usaha : Pembuat Miniatur Kapal

Ilham Yuliastony : Pembuat Miniatur Kapal

Keindahan disain kapal menjadi ilham Yuliastony (34 th) untuk membuka usaha pembuatan miniatur kapal. Dimulai tahun 1990, dengan hanya tiga orang karyawan, kini usahanya yang dirintis di Jawa TImur itu telah merambah ke manca negara.

Mulai dari Nol

Yuliastony tak pernah membayangkan akan menjadi pengusaha miniatur kapal. Semula, ia adalah pengerajin perhiasan dari baja putih. Namun, berkembangnya trend mode menyebabkan peminat hasil kerajinannya makin berkurang. Ia kemudian berusaha mencari peluang lain yang lebih menguntungkan.

Minatnya tetap jatuh pada kerajinan tangan. Kali ini ia tertarik membuat miniatur kapal. Nilai artistik dan tingkat kesulitan yang tinggi dari membuat miniatur kapal, justru membuat pria kelahiran Surabaya ini segera memutuskan menggeluti usaha tersebut.

“Saya memang pada dasarnya senang membuat kerajinan tangan,” jelas Yuliastony. “Dan saya lihat, pembuatan dan hasil akhir miniatur kapal sangat klasik dan indah.” Itu sebabnya, Ayah dari 3 putri ini kemudian membentuk Sanggar Seni Adhesi dan tekun memulai usaha pembuatan miniatur kapal dari nol.

“Saya mulai dari door to door. Dari kantor ke kantor, rumah ke rumah. Semua saya coba, meski cuma menawarkan dua buah kapal saja,” kenang Yuliastony bangga.

Ia juga tidak lupa meminta saran dan kritik para pembeli, sebagai masukan penyempurnaan pembuatan miniatur kapal berikutnya. Inilah yang membuat hasil kerajinannya makin digemari dan berkembang.

Rumit tapi Menantang

Setiap sudut dan bagian miniatur kapal, menurut Yuliastony, merupakan sebuah karya yang rumit dibanding kerajinan tangan lainnya. Butuh kesabaran dan ketekunan untuk membuatnya. Apalagi kalau pesanan datang dari crew kapal.

“Kami harus betul-betul mengetahui detil bentuk setiap sudutnya. Kalau meleset, bisa malu, kan?” tukas Yuliastony.

Padahal, detil pembuatan miniatur kapal cukup banyak dan rumit. Tapi justru inilah tantangannya!

Ukuran miniatur kapal yang dibuat sanggar seni pimpinannya memang beragam. Yang terkecil tingginya 30 cm, dan yang paling tinggi 190 cm. Ukuran tinggi yang banyak dipesan adalah ukuran 60 cm.

Harganya masing-masing berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 2,5 juta. Untuk ukuran yang lebih besar lagi, yaitu sekitar 3 meter, harganya bisa mencapai Rp 14 juta.

Untuk membuat sebuah miniatur kapal berukuran 60 cm, dibutuhkan waktu sekitar 3 hari. Sedangkan untuk kapal yang setinggi 190 cm dan cukup rumit, perlu waktu hingga 2 minggu.Bahan yang digunakan antara lain, paduan Kayu Jati dan Kayu Mahoni, mote-mote untuk hiasan, dan benang nylon untuk tali layarnya.

Selain itu, Sanggar Adhesi juga membuat miniatur kapal dalam botol. Banyak yang mengira, tingkat kesulitan membuatnya jauh lebih rumit dibanding miniatur kapal biasa. Padahal, justru sebaliknya.

“Untuk membuat satu buah kapal dalam botol, cuma dibutuhkan waktu sekitar 3 jam saja,” papar Yuliastony bangga.

Caranya, bagian-bagian miniatur kapal dirangkai dulu, baru dimasukkan satu persatu ke dalam botol dengan menggunakan sumpit. Prosesnya relatif lebih mudah, karena bagan-bagan kapalnya sederhana dan tidak terlalu detil.

Mampu Mengeskpor

Dengan jumlah karyawan yang kini mencapai 30 orang, miniatur–miniatur kapal hasil kerajinan sanggar Adhesi merajai Pulau Bali, Kota Yogyakarta dan Jakarta. Bahkan sejak tahun 1996, sanggar Adhesi mampu mengekspor hasil kerajinannya ke Australia, Jepang, Korea, Amerika dan Israel. Selain itu Sanggar Adhesi hampir tak pernah absen mengikuti pameran-pameran kerajinan bertaraf internasional. Misalnya saja, Pameran Produk Ekspor dan INACRAFT.

Jika pada awalnya Yuliastony hanya mampu membuat dua jenis miniatur kapal, yaitu Pinisi dan Dewaruci, kini model yang mampu dibuat bisa mencapai 15 model. Sebagian besar adalah jenis-jenis kapal daerah.Sayangnya, peminat yang mau membeli miniatur kapal daerah justru tidak banyak. Sebab, sebagian besar konsumen karya Sanggar Adhesi masih berasal dari orang asing, institusi, dan pedagang yang ingin menjual miniatur kapal dengan harga lebih tinggi. Akibatnya, pesanan jenis miniatur kapal yang laris dipesan justru jenis-jenis kapal asing. Misalnya saja jenis Endeavour, Crew-Center, dan San Juan. Disain jenis kapal tersebut dianggap lebih menarik dan dekoratif.

Setelah sepuluh tahun bergelut membuat miniatur kapal, Yuliastony merasa optimis dengan usahanya. Di situasi politik dan ekonomi Indonesia seperti sekarang, pria yang menikahi Siti Rubiah ini merasa bersyukur usahanya tak terkena imbas buruk.Ia hanya berharap, berbagai jenis miniatur kapal bisa dikenal lebih banyak oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia berusaha tetap mengembangkan usahanya. Antara lain, dengan merintis pembuatan miniatur kapal dari bahan fiberglass. **Surien

**Dimuat do Gober Tematis edisi Kapal, tebritan Gramedia Majalah 2001

6 comments:

chitank said...

bagaimana caranya saya dapat melihat sample-sample perahu miniatur bapak
karena saya berminat untuk memasarkannya

chitank said...

bagaimana cara saya untuk dapat melihat sample-sample miniatur kapal pinisi yang bapak buat.
karena saya ada minat untuk memasarkannya jika diperbolehkan. terima kasih atas perhatiannya wasalam ridwan

Anonymous said...

bagaimana cara saya untuk dapat melihat sample-sample miniatur kapal pinisi yang bapak buat.
karena saya ada minat untuk memasarkannya jika diperbolehkan. terima kasih atas perhatiannya wasalam ridwanwulkswby

anggoro said...

Saya tertarik bekerjasama dengan anda, saya ingin membuat miniatur monitor untuk "fire figting systems", info dan detail dapat hubungi saya di info@destudio-8.co.cc atau info@ang9oro.co.cc

Wassalam Anggoro

miniatur kapal said...

miniatur kapal ada berbagai jenis dan fungsinya, ada yang buat kolektor miniatur ada juga yang buat perusahaan perkapalan, detail dan spesifikasinya bisa berbeda

Ary Susanto said...

Ada teman saya yang dapat order pembuatan miniatur kapal.Panjang 100 cm.Status :segerq.Tolong balas di arymartoyo@yahoo.com